Kamis, 13 September 2007

Melirik Kisah Lalu

Memikirkannya pun aku tak pernah. Apa lagi itu bukan kisahku. Tapi, kenapa aku masih merasakan kepedihannya? Aku tak pernah tau apa permasalahannya. Aku hanya merasakan kegetiran lewat tulisan-tulisannya.

Siapa yang dapat melupakan kisah masa lalu yang indah? Terkadang kekesalan kita muncul karena kita tak pernah bisa melupakan kenangan itu. Apalagi, jika harus mengunjungi tempat kenangan itu. Memang aku tak pernah tau kenangan apa itu. Itu hanya milik mereka. Namun, aku masih merasa masih ada satu harapan yang tertinggal disana.

Aku membacanya. Aku membaca pikirannya. Dia yang belum bisa melupakan kenangan itu. Aku ingin menangis, tapi itu bukan kisahku. Namun, jika itu akan terjadi padaku apa yang akan aku lakukan?

Kenangan takkan terlupa dari memori kita. Semakin kita berusaha melupakannya semakin mengakar kenangan itu. Biarkan dia tumbuh indah dan menjadi penghias halaman hidup kita.

Kak, kenapa itu mesti terjadi? Padahal aku mengharap kalian akan bersama mewarnai dunia. Ternyata kertas itu sobek, hilang tertiup angin.

Kak, aku juga punya perasaan. Karena aku sama seperti dia. Perasaanku lebih peka darimu. Tapi biarlah, aku hanya menginginkan kebahagianmu.

Toh kita hidup tak hanya dengan melirik kisah masa lalu. Kita hidup untuk masa depan. Jika itu yang terbaik, maka Tuhan akan memberinya pada kita. Dia punya rencana yang terbaik untuk kita.

Tidak ada komentar: