Di kala hati resah
Sribu ragu datang memaksa ku
Rindu smakin menyerang
Kalaulah ku dapat membaca pikiranmu
Dengan sayap pengharapan ku ingin terbang jauh
Biar awan pun gelisah
Daun-daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya, selamanya
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku
Tuhan, jalinkanlah cinta pertama slamanya
by D’Cinnamon- Selamanya Cinta (Remake songnya Yana Yulio)
Enak banget buat didengerin, ga tau kenapa. Apa mungkin ini juga sama denganku?
So, enjoy it!
Minggu, 04 November 2007
Yang Terbaik Buat Mama
Hilang sepi sendiri
Emosiku sebelum tangan lembut itu menyentuhku
Resah gundah gelisah
Hatiku sebelum senyum indah itu terurai
Patah lemah letih
Aku sebelum kata-kata bijak itu terlontar
Semuanya membawaku bahagia
Semuanya membawaku tenang
Semuanya mendamaikan hatiku
Senyum, tatapannya hangat
Menyentuh kata-katanya
Sedalam maknanya
Setulus kasihnya
Dia malaikat yang diberikan Tuhan untukku
Dia mamaku
Emosiku sebelum tangan lembut itu menyentuhku
Resah gundah gelisah
Hatiku sebelum senyum indah itu terurai
Patah lemah letih
Aku sebelum kata-kata bijak itu terlontar
Semuanya membawaku bahagia
Semuanya membawaku tenang
Semuanya mendamaikan hatiku
Senyum, tatapannya hangat
Menyentuh kata-katanya
Sedalam maknanya
Setulus kasihnya
Dia malaikat yang diberikan Tuhan untukku
Dia mamaku
Jumat, 02 November 2007
Hubungi aku Bulan
HUjan mengguyur kotaku dari sore, membuatnya lebih dingin dari hatiku.
Aku telah lama menunggu bulan, tapi malam itu mendung. Pastilah takkan ada bulan. Bintangku pun takkan muncul. Tapi aku tetap menunggu bulan walaupun tanpa bintang. Terus menunggu hingga aku jenuh.
"Aku tak mau menunggu lagi," pikirku.
Aku mencoba menghubunginya. Aku tahu dia takkan menjawabnya. Bahkan telah lama bulanku tak memakai nomor itu. Aku tak putus asa. Ku tulis pesan untuknya "aku ingin kamu membalasku secepatnya"
Aku tertidur dengan harapan yang tak tentu. Aku ingin dia juga merasakan yang sama denganku. Tapi mungkin itu hanya angan-anganku saja.
Esoknya aku menerima pesan balsan darinya. Astaga, di luar dugaanku nomornya kini dapat dihubungi kembali. Tuhan, inikah jawabanmu atas semua pertanyaanku. Gemetaran aku membuka pesannya.
Ini siapa ya?
Astaga, apakah dia sudah melupakanku? Tentu. Ada bintang lain di sampingnya kini. Aku bukan lagi bintangnya seperti masa kecilku dulu. Gugup, aku tak tau apa yang ku lakukan.
Aku meneleponnya.
"hallo" kataku.
"ya" katanya
"Yana..."
"Ini siapa? Maaf aku bukan Yana"
Hilang. Semuanya hilang sudah. Padahal pertama kali mendengar suaranya aku begitu yakin dia bulanku. Ternyata dia bukan Bulanku. Tuhan, dimana bulanku? Haruskah aku kembali kesana, menggambilny dan menyimpannya untukku?
Bulan, hubungi aku secepatnya. Sungguh, aku rindu.... Aku tak rela ada bintang lain di dekatmu.
Aku telah lama menunggu bulan, tapi malam itu mendung. Pastilah takkan ada bulan. Bintangku pun takkan muncul. Tapi aku tetap menunggu bulan walaupun tanpa bintang. Terus menunggu hingga aku jenuh.
"Aku tak mau menunggu lagi," pikirku.
Aku mencoba menghubunginya. Aku tahu dia takkan menjawabnya. Bahkan telah lama bulanku tak memakai nomor itu. Aku tak putus asa. Ku tulis pesan untuknya "aku ingin kamu membalasku secepatnya"
Aku tertidur dengan harapan yang tak tentu. Aku ingin dia juga merasakan yang sama denganku. Tapi mungkin itu hanya angan-anganku saja.
Esoknya aku menerima pesan balsan darinya. Astaga, di luar dugaanku nomornya kini dapat dihubungi kembali. Tuhan, inikah jawabanmu atas semua pertanyaanku. Gemetaran aku membuka pesannya.
Ini siapa ya?
Astaga, apakah dia sudah melupakanku? Tentu. Ada bintang lain di sampingnya kini. Aku bukan lagi bintangnya seperti masa kecilku dulu. Gugup, aku tak tau apa yang ku lakukan.
Aku meneleponnya.
"hallo" kataku.
"ya" katanya
"Yana..."
"Ini siapa? Maaf aku bukan Yana"
Hilang. Semuanya hilang sudah. Padahal pertama kali mendengar suaranya aku begitu yakin dia bulanku. Ternyata dia bukan Bulanku. Tuhan, dimana bulanku? Haruskah aku kembali kesana, menggambilny dan menyimpannya untukku?
Bulan, hubungi aku secepatnya. Sungguh, aku rindu.... Aku tak rela ada bintang lain di dekatmu.
Ujian Telah Berlalu
Namanya anak kuliahan, anak sekolah yah pastilah mau ga mau dan pastinya harus mau menempuh ujian (niat tua di sekolah ape?)
Akhirnya mid test pun berlalu. 1 minggu gw berkutat buat ngewatinya. Fiuh....
Moga aja hasilnya ga bikin kecewa. Gw pengen ngeliat orang-orang yang sayang ma gw bangga. Dan gw juga ga pengen cuma ngrepotin mereka aja. Seenggaknya gw bisa nglakuin sesuatu buat mereka.
Yah... ujian telah berakhir dan tugas-tugas pun sudah menjerit minta disentuh dan diselesaikan mengingat tenggat waktu yang diberikan akan berakhir.... Cie...itulah bukti ke 'aneh'an gw!
semangat!
Akhirnya mid test pun berlalu. 1 minggu gw berkutat buat ngewatinya. Fiuh....
Moga aja hasilnya ga bikin kecewa. Gw pengen ngeliat orang-orang yang sayang ma gw bangga. Dan gw juga ga pengen cuma ngrepotin mereka aja. Seenggaknya gw bisa nglakuin sesuatu buat mereka.
Yah... ujian telah berakhir dan tugas-tugas pun sudah menjerit minta disentuh dan diselesaikan mengingat tenggat waktu yang diberikan akan berakhir.... Cie...itulah bukti ke 'aneh'an gw!
semangat!
Langganan:
Postingan (Atom)


