Senin, 28 April 2008

Banyaknya Tugasku

Kenapa mao akhir semester tugas bukannya tambah dikit malah tambah banyak??????????????

Bentar lagi ujian, trus kemh kerja....pusing............

Bahan yang harus disiapin buat ujian juga tambah banyak...

Kapan penderitaan ini akan berakhir..........

Senin, 21 April 2008

akhir dari sebuah kisah

Satu kisah itu, ada permulaan dan ada akhirnya. Hidup kita ni terdiri dari potongan-potongan kisah kecil yang kemudian menjadi novel yang takkan pernah usai selama nafas kita masih berhembus di bumi ini.

Salah satu kisah gw sekarang ini udah sampai akhir babaknya. Tapi mungkin, gw bisa mulai dengan satu babak baru yang gw ga tau kapan babak itu di mulai. Yang pasti, tiap babak di kehidupan gw itu berkesan. Tak pernah ada babak yang tergantikan dengan babak yang lainnya. Manis pahit itu kenangan, dan disanalah keunikan dari sebuah cerita itu

Helaan nafas masih terdengar dari diri gw. Entah helaan nafas yang panjang karena lelah, atau karena rasa penyesalan yang mendalam. Tapi, hidup gw harus tetep jalan, gw harus mulai membiasakan diri dengan tanpa kenyamanan yang gw dapet selama ini, dan tetap berharap mungkin kenyamanan lain akan gw dapet di lain kesempatan.

Jika kata mulai tak sejalan, dan hati mulai berpaling, maka jangan lupakan segala kenangan yang telah terjadi sebagai kisah hidup yang mungkin bisa di ceritakan pada genarasi selanjutnya.

Senin, 14 April 2008

sol sepatu

sol spatu....

Berkali-kali gw denger suara itu. Itulah enaknya punya kamar di deket jalan, walau terkadang suara-suar itu menambah bising kamar.

Kebetulan waktu itu gw butuh ngesol sepatu gw. Sepatu yang dibeliin mama tercinta waktu jaman ospek udah mulai usang. Jadilah gw panggil tukang sol itu.

Sebelum gw, ada mbak kos gw yang juga butuh ngesolin beberapa sandal dan sepatunya. Sebelum gw ngasih kerjaan ma si tukang sol itu, gw tanya "pak, ada benang item ga buat ngesol? Sepatuku item nih,"

"Iya mba, ada" kata si tukang sol itu dengan sopannya.
"Ngesol sepatu berapa, Pak?" tanya gw.
"Ya, tergantung tingkatkesulitannya mba," kata si bapak lagi masih dengan sopannya, seolah dia bicara dengan majikannya.

Setelah itu, jadilah gw ngesolin sepatu gw.

Lama. Ternyata ngesol sepatu itu lama. Emang pake ngantri beberapa sendal and sepatu mba kos sih, tapi yang ini beneran lama. dari jam 1 siang, sampe jam 4 sore belum selesai. Ada kira-kira 5 pasang sandal dan sepatu yang dia sol.

Karena bosen nungguin, gw iseng-iseng liat si bapak sol sepatu ngesol sepatu itu. Keliatannya susah and keras banget. Tibalah saat buat gw bayar sol sepatu itu. semuanya (plus punya mba kos gw) habis 33 ribu.murah banget kan?

Kasian gw liat dia. Mau ga mau otak gw yang kadang ga peduli ma orang lain ni ikut mikir juga.

"Tukang sol sepatu. Tiap hari lewat depan kos gw, mungkin puter-puter jogja seharian. Berangkat pagi, pulang sore atau bahkan malem. belum tentu dapet pelanggan banyak kek tadi. Orang ngesol sepatu ga tiap hari. Mereka kadang lebih milih buat bli sepatu baru ketimbang ngesol sepatunya..

Jadi bisa diitung pendapatan tiap harinya. Belum pengeluarannya ma keluarganya. Belum anak-anaknya sekolah...gw cuma bisa nunduk malu dan bilang dalam hati "hidup itu penuh perjuangan"

setelah usai ngesol sepatu and sendal kami, dia beranjak pergi mengayuh sepeda ontelnya dan kembali berteriak "sol spatu.........."