Ini bukan sesuatu yang bermuatan politik mengingan aku bukan orang yang ahli dalam politik. Tapi ini semata pendapatku tentang soeharto, pada masa hidupnya.
Banyak orang mencekam soeharto tentang korupsinya yang begitu besar yang sampai saat ini kasusnya masih menggantung.
Pendapatku setiap orang yang duduk dan mengusai sesuatu yang besar apalagi sebesar negara pastinya akan melakukan hal yang menguntungkan dirinya. Lihat saja para mantan aktivis kampus yang sekarang berada dalam birokrasi yang selama menjadi aktivis mereka merasa anti terhadap birokrasi.
Sedikit cerita tentang pengalamanku sewaktu masih bergabung dalam advokasi mahasiswa. Waktu itu kami mendapat masalah tentang pembayaran uang kuliah yang terlalu berlebih. Disitu diketahui bahwa ada masalah sistem dari bank dan universitas. Lalu kami menuntut pengembalian uang yang berlebih tersebut. Namun ternyata uang lebih tersebut baru dapat diambil semester berikutnya. Kami mencoba untuk menuntut pengembalian yang lebih cepat.
Kami berharap mendapat bantuan dari senior kami, mantan aktivis yang kini juga bekerja untuk universitas. Namun, ternyata kami tidak mendapat sesuatu yang membantu. Dia bilang 'wah, saya tidak tahu apa-apa. Itu urusan yang diatas.' Menurut kami waktu itu, mana mungkin seseorang yang berada di birokrasi, seorang pembantu rektor tidak mengetahui ataupun mendengar masalah ini, mengingat dia adalah mantan aktivis.
Itu adalah gambaran bagaimana seorang mantan aktivis yang diharapkan dapat membantu generasi berikutnya untuk pembelaan terhadap mahasiswa. Nilai yang dapat diambil dari itu adalah bahwa terkadang kita akan lupa dengan asal kita, saat kita sudah mencapai kehidupan yang lebih baik.
Lepas dari itu semua, dan kita kembali kepandanganku terhadap Soeharto. Takkan bisa dipungkiri, dia adlah salah satu faktor stabilitas nasional. Bukti yang nyata. Saat pemerintahan Soeharto, tercapai swasembada pangan. Kenyataan yang kita dapat kini, bahkan kedelai, kita kini sangat bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Melihat begitu banyak orang kecil yang menangis saat Soeharto meninggal. Begitu banyak orang yang kehilangannya, yang berarti bahwa banyak orang yang mencintai dia. Mereka tidak peduli bagaimana Soeharto berkorupsi yang merugikan negara, tapi mereka peduli tentang kehidupan mereka, masa depan anak-anak mereka. Banyak yang bilang dulu apa-apa murah. sekolah murah, beras murah, tapi sekarang mahal. Meraka tak tahu bahwa semua itu dipengaruhi oleh ketergantungan kita terhadap negara lain.
Malu, jika atas nama rakyat mahasiswa menyalahkan mantan pemimpin yang sudah begitu membangun negara.
Kamis, 31 Januari 2008
Langganan:
Postingan (Atom)


